Tuesday, February 18, 2014

Hedonisme di Soi Bangla (Patong Beach - bagian 2)

Peringatan! Entri blog berikut menampilkan pembahasan yang bertema dewasa yang mungkin mengganggu untuk beberapa orang.


Buat yang sudah baca cerita saya sebelumnya (yang belum hayuk dibaca dulu), di situ saya cerita tentang Patong Beach di siang hari. Kalau siang-siang para turis di Patong ke pantai, malamnya mereka ngapain? Jawabannya adalah ke bar

Gerbang masuk Soi Bangla. Ujung satunya ada di tepi Patong Beach
Gemerlapnya Soi Bangla di malam hari
Nightlife di Patong sangat spektakuler, yang paling heboh di seluruh penjuru Phuket. Pusat kehidupan malam Patong berpusat di Bangla Road (Soi Bangla dalam bahasa Thailand). Panjang Soi Bangla mungkin hanya setengah dari panjang Jalan Malioboro di Jogja. Pada malam hari, Soi Bangla tertutup untuk kendaraan mulai jam 6 sore. Jalanan pun (lagi-lagi) dipenuhi oleh turis.

New Tiger Bar. Bar terbesar (3 lantai) di Soi Bangla
Ukuran bar di Soi Bangla bervariasi, dari yang kecil sampai yang besar bertingkat seperti New Tiger Bar di atas. Saat malam mulai larut, di atas jam 9 malam, gadis-gadis Thailand berbadan semampai berpakaian minim mulai beraksi, menari di atas meja-meja bar mengitari dance pole. 
Bar-bar yang lebih kecil
Salah satu gang di Soi Bangla yang disulap jadi open-air food court
Yang juga terkenal dari Soi Bangla adalah A Go Go bar, bar-bar yang menawarkan sexy lady show. Kalo yang di luaran aja udah pake baju minim, yang di dalam kayak apa? Cewek-ceweknya pakai bikini two-pieces. Beberapa malah menyibak cup kutang bikininya ke samping sehingga payudaranya terbuka, tapi (maaf...) putingnya ditutupi dengan selotip hitam menyilang berbentuk huruf x. Lama kelamaan, malah ada yang (maaf lagi...) membuka kutang bikininya sehingga hanya tinggal pakai celananya saja. Cewek beneran nggak? Cewek beneran kok. Soalnya kalo ladyboy, mereka jauh lebih cantik atau lebih jelek (yang masih leliatan cowoknya). Hehehehe…. 
Sexy dancers di bar-bar Soi Bangla
A Go Go bar ini biasanya tidak berlokasi pas di pinggir jalan Soi Bangla, tapi agak masuk sedikit ke gang-gang. Oleh karena itu, metode pemasaran mereka adalah menyebarkan ‘agen pemasaran’ bersenjatakan selembar kertas berlaminating yg bertuliskan ‘Sexy Lady Show’ dan ‘menu’ sexy show yang ditawarkan. Kalau melihat dari menu-menu yang ditawarkan, banyak variasinya. Tapi mungkin harus bayar lebih untuk private show dan  menikmati lebih dari sekedar cewek-cewek berbikini di atas meja seperti yang saya deskripsikan di atas. Atau harus nunggu lebih lama. Namun, untuk masuk ke dalam A Go Go bar tidak perlu membayar entrance fee, cukup beli minuman saja. Tapi harganya jauh lebih mahal. Sebotol bir lokal harganya 180 Baht. Bandingkan dengan bar-bar di luar A Go Go bar yang menawarkan 6 shot Tequilla hanya dengan harga 150 Baht. 

Ada apa lagi di Soi Bangla? Di salah satu bar yang bernama Moulin Rouge, mereka menawarkan Russian Girl Strip Tease Show. Tak jauh dari situ, ketika jam sudah menunjukkan pukul 9.30 malam, muncul dua orang ladyboy yang berdandan a la kabaret mempromosikan ladyboy chabaret di bar mereka. Kalo mau sekedar foto bareng sama mereka juga boleh kok; cukup kasih tip 100 bhat setelah foto bareng. 

Mbak-mbak ladyboy menawarkan Ladyboy Carabet
Di depan gang yang bernama Soi Crocodile, biasanya ada panggung kecil di mana pemilik bar di Soi Crocodile membayar beberapa ladyboy untuk menari dan menarik perhatian turis-turis buat mampir dan beli minuman di sana. 
Mbak-mbak Ladyboy joget-joget memanggil konsumen

Di timur Soi Bangla ada Soi Thanon Ratuthit Songroipi (panjang kan namanya?). Di jalan ini banyak terdapat hotel, penginapan, restoran, beberapa bar (tapi yang paling heboh tetap lah di Soi Bangla), tour agent, dan toko suvenir. Yang paling spesial adalah restoran seafood. Di banyak restoran di jalan ini, kita bisa memilih seafood segar (dari udang, berbagai macam ikan, bahkan lobster) dan dimasak sesuai pesanan kita. 
Display seafood segar di salah satu restoran di Soi Thanon Ratuthit Songroipi
Gang di Soi Thanon Ratuthit Songroipi yang diisi kios-kios pedagang
suvenir
Masih di sepanjang Soi Thanon Ratuthit Songroipi, ada kawasan yang disebut sebagai Paradise Complex. Ini adalah kawasan gay di Patong. Jadi kalo cowok-cowok straight ke Soi Bangla, cowok-cowok gay ke Paradise Complex. Di sana ada sejumlah gay bar, hostel khusus untuk gay, bahkan sauna dan tempat pijat khusus gay. Salah satu gay bar di sana ada yang menampilkan Ladyboy cabaret juga. 
Paradise Complex. Kawasan gay di Patong
Karaoke dan tempat pijat untuk kaum gay
Guesthouse khusus gay
All in all, secara umum dunia malam Patong itu memanjakan para turis cowok; baik yang straight ataupun yang gay. Sayangnya nggak ada bar striptis cowok buat konsumen cewek :P



__________________________________________________________
Seri Jalan-Jalan ke Phuket 2014 selengkapnya:
  1. Menginap di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan
  2. Patong Beach
  3. Hedonisme di Soi Bangla
  4. Ada Apa Lagi di Patong?
  5. Phuket Old Town
  6. Biara-Biara Budha di Phuket (Wat Puttamongkonnimit)
  7. Wat Chalong
  8. Big Buddha di Phuket
  9. Wat Phra Tong
  10. Wat Pra Nang Sang
  11. Hong by Starlight bersama John Grey's SeaCanoe

3 comments:

  1. hihihihihihi.....berarti kudu ke Soi Bangla ya kalo mau nemu yg straight :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyari cowok straight? Iyaaaa.... sayang nggak ada sexy dance yg cowok-cowok gitu

      Delete
    2. mau liat men sexy dance........... #teriakpaketoa #mataberbinarbinar #lapiler :))

      Delete