Tuesday, February 25, 2014

Phuket Old Town

Karena saya bosennnn hiburan (yang gratis ato murah) di Patong tuh itu itu saja, hari ketiga saya memutuskan untuk main ke Phuket Town, ibukotanya Propinsi Phuket yang juga kota terbesar di Pulau Phuket. Tujuan utama saya adalah kawasan kota tuanya Phuket yang lazim disebut Old Town.



Old Phuket Town dicirikan oleh deretan apartemen bergaya Shino-Portugis yang merupakan perpaduan arsitektur Eropa dan China. Kok China? Jadi ceritanya, ketika tambang timah ditemukan di Phuket, mereka kekurangan tenaga kerja sehingga mereka mendatangkan tenaga kerja dari China. Bersama kaum pekerja ini, sejumlah pedagang dan saudagar dari China juga datang ke Phuket untuk membuka bisnis di sini. Kok Portugis/Eropa? Sebelum timah ditemukan d Phuket, pulau ini sudah menjadi salah satu pusat perdagangan internasional sehingga masuk juga pengaruh-pengaruh arsitektur Eropa. Bahkan ada mansion-masion asing megah dibangun di sekitar Old Phuket Town. Selain itu, gaya bangunan yang campuran China-Eropa ini emang saat itu lagi ngetren di kawasan Asia Tenggara.



Contoh perpaduan gaya China-Eropa. Pintu dan jendela di lantai 1 bergaya China sedangkan
ornamen bangunan secara keseluruhan bergaya Eropa, termasuk jendela-jendela di lantai 2.



Warna-warni bangunan di Old Phuket Town



Pengaruh gaya China di sekitar Old Phuket Town
Begitu saya menginjakkan kaki di Old Town, saya langsung terpesona. It reeked history and I loved it! Bangunan-bangunanya unik, rumah yang satu bisa beda model dengan rumah yang pas disampingnya. Variasinya banyak. Belum lagi beberapa rumah dicat dengan warna-warna ceria sehingga makin menarik perhatian. Pada umumnya pengaruh China dalam bangunan-bangunan di Old Town terdapat pada dekorasi (umumnya yang di lantai 1) sedangkan pengaruh Eropa banyak ditemui di tampilan luar bangunan secara keseluruhan. Misalnya di tiang-tiang, bentuk jendela, ornamen atau aksen yang menyerupai ukiran yang mengingatkan pada gaya Renaissance Eropa.

  
 

 
Berbagai gaya arsitektur Eropa di Old Phuket Town

Berbeda dengan kawasan Kota Tua di Jakarta yang terbengkalai dan jadi kota mati, Old Phuket Town masih ditempati. Memang ada juga beberapa yang terbengkalai, ada juga yg kurang terawat, tidak sedikit yang beralih fungsi menjadi kafe atau hostel, tapi banyak juga yang masih digunakan oleh penduduk lokal untuk tempat tinggal atau toko.Beberapa toko yang saya temukan menjual peralatan ibadah/kuil, toko baju/kain, warung makan, toko kelontongan, toko buah dan sayur, bahkan toko alat-alat bangunan. Menarik sekali!
Toko perlengkapan ibadah/kuil
Batik (dan 'kebaya') Thailand.
Model dan motifnya mirip dengan batik-batik dari pesisir utara Pulau Jawa


 


Beberapa bangunan bersejarah di Old Town adalah Songtek School. Ini adalah sekolah China yang didirikan oleh penduduk China di Phuket pada tahun 1924. Sekolah ini direnovasi oleh Ikatan Alumni Thaihua School dan sekarang digunakan sebagai kantor Thaihua Association.
Bangunan cantik paling ujung berwarna kuning gading ini adalah bekas Songtek School.

Tidak semua bangunan di Old Town berupa deretan 'ruko'. Ada juga mansion-mansion asing (disebut sebagai angmor-lao dalam Bahasa Thailand) bergaya Eropa seperti foto berikut ini. Di masa kejayaannya, dulunya ini pasti mansion megah milik orang kaya di Phuket. Sekarang dihuni oleh keluarga yang sepertinya kurang mampu, menilik dari kondisi bangunan yang tidak terawat dan kendaran serta perabotan (tidak kelihatan di foto) yang seadanya. 
Tua, tak terawat, tapi tetap megah! 
Menurut seorang sejarahwan, Phra Pithak Chinpracha Mansion adalah mansion asing termegah dan paling terkenal. Saat ini mansion ini dikenal sebagai Blue Elephant Governor Mansion Phuket. Bangunan ini difungsikan juga sebagai Cooking School & Restaurant.

Phra Pithak Chinpracha Mansion alias Blue Elephant Governor Mansion Phuket
Ada juga rumah sakit swasta pertama di Phuket. Rumah Sakit Siriroj, dibuka tahun 1982, dulu hanya menampung 36 pasien rawat inap sebelum pindah ke lokasi yang lebih besar 11 tahun kemudian. Sekarang menjadi digunakan sebagai Pusat Psikoterapi & Rehabilitasi Phuket. 
Bekas Rumah Sakit Siriroj
Ada pula Thaihua Museum yang menampilkan warisan budaya China Phuket. Sayangnya karena keterbatasan waktu, saya nggak sempat masuk ke dalam.
Phuket Thaihua Museum.
Ornamen di trotoar Old Town. Menurut kalian ini gaya China atau Eropa?
Sebenarnya masih banyak lagi yangg bisa dilihat di Old Pukhet Town, seperti Luang Amnart Nararak Mansion yang memiliki desain ekterior yang menawan, Phuket Provincial Offices dan Luang Anuphas-Phuket-Karn Mansion yang muncul di film 'Killing Fields', bekas Kantor Pos Phuket yang menjadi museum filateli, Thavorn  Hotel (hotel tertua di Phuket), bekas On On Hotel yang pernah menjadi lokasi film 'The Beach', dan berbagai kuil-kuil China yang ada di sana. Sayangnya saya harus segera kembali ke Patong sore itu karena ada Gala Dinner dari konferensi yang saya hadiri. Jika ada waktu (dan uangnya) saya ingin kembali ke Phuket dan mengeksplorasi lebih lama Old Phuket Town ini dan Phuket Town secara keseluruhan.



__________________________________________________________
Seri Jalan-Jalan ke Phuket 2014 selengkapnya:
  1. Menginap di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan
  2. Patong Beach
  3. Hedonisme di Soi Bangla
  4. Ada Apa Lagi di Patong?
  5. Phuket Old Town
  6. Biara-Biara Budha di Phuket (Wat Puttamongkonnimit)
  7. Wat Chalong
  8. Big Buddha di Phuket
  9. Wat Phra Tong
  10. Wat Pra Nang Sang
  11. Hong by Starlight bersama John Grey's SeaCanoe

4 comments:

  1. apike bloge. Nice tourism.
    Indonesia mana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih :D
      Indonesianya nanti kalau udah pulang ^__^ Sekarang nggak ada stok fotonya. Rencananya yang Indonesia mau dibikin bilingual, sekalian promosiin tourism Indonesia

      Delete
  2. akhirnya...bisa di-comment :D

    someday, kudu bisa ke sana!

    ReplyDelete