Sunday, February 23, 2014

Ada Apa Lagi di Patong? (Patong Beach - bagian 3)

Alias "Atraksi Pariwisata Di Patong Yang Tidak Saya Coba". 
Berhubung saya datang ke Phuket dalam rangka konferensi, maka jadwal saya kurang fleksibel. Plus, saya dalam mode "kere-traveler" yang lagi bokek. Sungguh, kalau tidak karena konferensi ini saya ogah banget ke luar negeri. Jadi, saya harus pilih-pilih mana yang saya lakukan mana yang enggak. 
Di hari keempat, saya booking full day tour ke Teluk Phang Nga (ini cerita untuk entri selanjutnya) yang harganya lumayan mahal. Karena duit sudah banyak dialokasikan ke sana, jadi tempat main yang keluar duit harus dicoret. Masalahnya, tempat-tempat wisata yang gratisan itu nggak terlalu banyak jumlahnya di Phuket; apalagi di Patong. Ini beberapa 'hiburan' di Patong yang saya skip.

1. Tukang Jahit
Contoh klan Tailor shop
Boleh percaya atau enggak, tukang jahit atau istilah kerennya tailor shop itu salah satu ‘atraksi wisata’ yang dibanggakan. What’s so special about it? Saya juga nggak yakin ^^; Mungkin karena murah? Dengan paket harga tertentu (sekitar USD 160an atau Euro 130an, kalo nggak salah) kostumer bisa 2 stel jas atau 2 buah dress, custom made. Kualitas bahannya kurang paham juga karena saya nggak coba masuk juga. Oh iya, katanya sih bisa jadi dalam 24 jam saja.


2. Restoran Internasional

Sebagai daerah yang paling ramai dikunjungi turis asing, Patong juga banyak memiliki restoran/bar/pub internasional. Misalnya restoran Italia, Irish pub, masakan India. Kali buat saya pribadi, kalo ke Thailand ya makan makanan Thailand lah :D Tapi, tergantung selera lah ya ;)

3. Tiger Kingdom

Daftar 'menu' Tiger Kingdom
Tempat buat foto-foto sama harimau jinak. Bisa milih dari yg masih balita, agak gedhe dikit, yang udah remaja, yang udah dewasa. Dikombinasi juga bisa, misalnya yg balita sama yang dewasa. Masuknya bayar 400 bhat, tiap harimau ada tarifnya sendiri. Karena yg balita sama yg dah dewasa itu paling populer, mereka yang paling mahal. Bisa juga sewa jasa fotografer mereka seharga 500 bhat. Tapi foto-foto sendiri juga boleh kok.
Meskipun saya cinta banget sama keluarga kucing, saya nggak mampir ke sini. Duitnya nggak ada, karena saya udah booking tour ke Phang Nga Bay yg cukup mahal. Lagi pula, saya solo traveling. Siapa yg nanti motoin saya sama kucing2 besar ini? Mau selca juga ribet. Kalo sewa fotografer mereka, ogah keluar duit lagi. Intinya sih saya nggak ada duitnya. hahahaha..... 
Lokasi Tiger Kingdom ini kira-kira 15 menit naik kendaraan bermotor (tapi bukan bus, kalau bus itu beda cerita deh....) dari Patong ke arah Phuket Town.

4. Phuket FantaSea


Slogan tempat ini adalah "The Ultimate Cultural Theme Park". Lokasinya di daerah Kamala, kurang lebih 30 menit naik mobil dari Patong. (Tapi banyak agen-agen wisata yang menawarkan tiket + antar jemput ke hotel mana saja di seluruh penjuru Phuket, jadi nggak usah khawatir kalau ada yang pengen ke sini tapi jauh dari FantaSea). Isinya apa sih? Ada theater besar, ada pertunjukan theatrical (termasuk sulap, akrobat, tarian gajah) dengan tema tradisional Thailand, restoran buffet yang bisa menampung 4000 orang (harga tiket sudah termasuk buffet), taman bermain, dan kompleks Carnival Village yang (katanya) bisa ngeliat budaya Thailand sekaligus belanja-belanja. 
Sounds like fun, eh? Kalau mau mampir ke sini, kayaknya harus sedian waktu sesorean + semalaman (waktu yang segini yang nggak bisa saya luangkan pas saya ke sana kali ini. hiks). Jam bukanya 17.30-23.30. Bagi yang berminat untuk ngelihat kayak apa sih Phuket FantaSea, ini ada salah satu reviewnya.

5. Simon Phuket Cabaret


Pertunjukan kabaret ladyboy terbesar termegah di Phuket. Which is pertunjukan berbagai tari-tarian, semua nyanyiannya lipsync. Meski ada performer cowok, daya tarik utama Simon Phuket Cabaret adalah performer ladyboy-nya. Kali-kali aja ada yang belum tau, ladyboy (atau disebut katoey dalam Bahasa Thai) itu cewek transitif alias cowok yang operasi jadi cewek. Nah, ladyboys di Simon Cabaret ini yang paling cantik di seluruh penjuru Phuket. 

6. Jungceylon

Iklan Jungceylon di tas plastik
Ini adalah kompleks perbelanjaan a.k.a mall terbesar di Patong. Namanya diambil dari nama lamanya Phuket ketika Phuket menjadi pusat perdagangan di Laut Andaman berabad-abad yang lalu. Saya juga nggak sempat ke sini karena keterbatasan waktu. Maklum saya ke Phuket kan karena konferensi nyambi traveling; jadi waktunya kurang fleksibel. 



__________________________________________________________
Seri Jalan-Jalan ke Phuket 2014 selengkapnya:
  1. Menginap di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan
  2. Patong Beach
  3. Hedonisme di Soi Bangla
  4. Ada Apa Lagi di Patong?
  5. Phuket Old Town
  6. Biara-Biara Budha di Phuket (Wat Puttamongkonnimit)
  7. Wat Chalong
  8. Big Buddha di Phuket
  9. Wat Phra Tong
  10. Wat Pra Nang Sang
  11. Hong by Starlight bersama John Grey's SeaCanoe

No comments:

Post a Comment