Phutta Ming Mongkol Akenakkiri Buddha, yang biasanya disebut
Big Buddha Phuket adalah ikon baru Phuket. Big Buddha Phuket dan taman Buddha
yang melingkupinya dibangun untuk memperingati ulang tahun Raja Thailand
Bhumibol Adulyadej ke-80. Lokasinya ada di puncak Gunung Nakkerd, tidak sampai
1 km jaraknya dari Wat Calong. Konon, Big Buddha Phuket adalah patung Buddha
terbesar di dunia dan yang pertama kali dibuat dari marmer putih.
![]() |
| Pekerja sedang menyelesaikan lotus di bagian bawah Big Buddha Phuket |
Meski pembangunannya sudah dimulai sejak tahun 2002, masih
banyak pekerjaan konstruksi yang belum selesai di taman Buddha ini. Patung Big
Buddha sendiri sudah hampir jadi, dimana pekerja sedang menyelesaikan dasar patung
yang berbentuk bunga lotus pada saat aku ke sana (awal 2014).
Ikonografi Buddha dimulai ketika Kaisar Alexander Agung dari
Yunani menguasai India pada tahun 200-300 sebelum Masehi. Pada sekitar abad
keenam Buddhist, patung Sang Buddha pertama kali dibuat oleh seorang pematung
Yunani di propinsi Gandhara. Oleh karena itu, patung Sang Buddha ini disebut
dengan gaya Gandhara (Greko-Buddhist) dan dianggap sebagai bentuk pertama dari patung
Sang Buddha. Patung Sang Buddha dalam gaya Gandhara digambarkan dengan rambut
yang diikat dan digelung ke atas. Hal ini dilakukan untuk membedakan patung
Sang Buddha dengan bikkhu-bikkhu pengikutnya.
![]() | ![]() | |
| Contoh patung Buddha gaya Gandhara | Contoh patung Buddha gaya Manthura |
Pada masa yang hampir bersamaan, seorang seniman India di kota Manthura menciptakan patung Sang Buddha dengan gaya yang berbeda yang kemudian disebut sebagai gaya Manthura. Ciri-ciri patung Buddha bergaya Manthura adalah rambut yang melingkar menjadi spiral-spiral kecil, paha yang besar, kedua lengan seperti belalai gajah, dada besar dan menonjol, dan hidung bengkok. Big Buddha Phuket ini dibuat dalam gaya Manthura, sebagaimana umumnya patung-patung Buddha lain yang ada di Thailand.
Desain dari taman Buddha ini meliputi patung utama Big Buddha yang dibuat dari beton dilapisi marmer putih setinggi 45 meter, patung Buddha setinggi 12 meter dari tembaga dan bangunan kuil. Pada tahun 2014, kuil tersebut belum dibangun. Sebagai gantinya, di lokasi tersebut didirikan bangunan tidak permanen yang difungsikan sebagai kuil sementara dan ruang ‘pameran’ atas pembangunan Big Buddha.
Biaya konstruksinya berasal dari donasi keluarga kerajaan
dan seluruh rakyat Thailand. Para pengunjung juga diajak untuk berkontribusi dan
berderma untuk pembangunan Big Buddha ini.
![]() |
| Ajakan berderma bagi para penggunjung |
Bahkan, pengunjung juga dipersilahkan untuk berdonasi dengan
menggunakan mata uang mereka sendiri. Banyak di antaranya ditampilkan untuk
menunjukkan bahwa Big Buddha Phuket telah dikunjungi oleh orang dari berbagai negara.
Termasuk Indonesia, tentu saja! :D
![]() ![]() |
| Donasi dengan mata uang dari seluruh dunia |
Meski konstruksinya belum rampung, berbagai ornamen dan dekorasi sudah disiapkan seperti berbagai macam patung Buddha, ukiran kayu, dan lonceng raksasa.
Halaman di sekitar bangunan juga dihiasi oleh sejumlah patung dan juga ada beberapa pohon yang digantungi lonceng dan kertas doa.
Belum ada kendaraan umum untuk mencapai Big Buddha Phuket
jadi kita harus menyewa mobil sendiri untuk mencapainya. Dan karena kondisinya
yang naik ke atas gunung, jadi sangat tidak disarankan untuk kesana dengan
menyewa thuk-thuk.
__________________________________________________________
Seri Jalan-Jalan ke Phuket 2014 selengkapnya:
- Menginap di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan
- Patong Beach
- Hedonisme di Soi Bangla
- Ada Apa Lagi di Patong?
- Phuket Old Town
- Biara-Biara Budha di Phuket (Wat Puttamongkonnimit)
- Wat Chalong
- Big Buddha di Phuket
- Wat Phra Tong
- Wat Pra Nang Sang
- Hong by Starlight bersama John Grey's SeaCanoe















No comments:
Post a Comment