Friday, June 12, 2015

Wat Phra Nang Sang


Sama seperti Wat Phra Tong, Wat Phra Nang Sang juga berada di distrik Thalang. Pun, wat ini adalah salah satu wat tertua yang ada di Pulau Phuket. Dari semua Wat yang saya kunjungi saat itu, Wat Phra Nang Sang adalah yang paling bersahaja dan sangat kental dengan nuansa pedesaannya.  Halamannya masih dipenuhi oleh taman-taman dan pepohonan rimbun yang diselingi oleh berbagai patung. Dengan kesederhanaannya, Wat Phra Nang Sang memikat hati saya :)

Wat Phra Nang Sang
Konon, lokasi wat ini dulunya adalah lokasi Perang Thalang pada 1785, dimana Thalang masih menjadi ibukotanya Pulau Phuket. Pada saat itu, Gubernur Thalang baru saja meninggal ketika tentara Burma menginvasi Phuket. Janda mendiang Gubernur Thalang (yang juga merupakan anak perempuan Gubernur sebelumnya), bernama Lady Chan, dan adik perempuannya, Lady Mook memobilisasi penduduk untuk mempertahankan Thalang hingga akhirnya mereka berhasil mengusir tentara Burma dari Thalang. Setelah  perang selesai, kurang lebih sebulan kemudian, Raja Rama I menganugerahkan mereka berdua gelar kehormatan yaitu Thao Thep Krasatri untuk Lady Chan dan Thao Sri Soonthorn untuk Lady Mook. Di Wat Phra Nang Sang, didirikan patung penghormatan kepada kedua pahlawan perempuan ini.
Patung penghormatan terhadap Thao Thep Krasatri dan Thao Sri Soonthorn  

Hal lain yang special dari wat ini adalah keberadaan tiga patung Buddha timah, yang merupakan patung Buddha dari timah terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat patung Buddha yang ukurannya lebih kecil.Sebagaimana pernah saya sampaikan di entri blog saya sebelumnya, sejak ratusan tahun yang lalu Pulau Phuket memang terkenal sebagai sumber timah. Pada saat itu, timah dianggap sebagai logam semi-berharga dan adalah hal yang lumrah untuk membuat artefak suci keagamaan dari bahan-bahan berharga.

Patung Buddha baru yang masih diletakkan di bawah tenda terpalPatung Buddha serupa yang sudah ada sebelumnya
Sayangnya, ketika saya ke sana, aula utamanya sedang direnovasi sehingga tidak bisa dimasuki dan saya tidak bisa melihat artefak bersejarah tersebut. Tapi saya cukup terhibur dengan taman di lingkungan biara yang rimbun dan hijau.
Keasrian halaman Wat Phra Nang Sang
Oya, saya membaca di beberapa blog tentang Wat Phra Nang Sang, katanya di halaman wat ini juga terdapat sebuah gereja kuno. Sepertinya saya melewatkannya; waktu itu saya memang tidak eksplor banyak di sini karena  keterbatasan waktu dan ada anjing yang sangat bersemangat menggonggongi saya dengan suara lantang ketika saya berjalan-jalan di sana ^^;
Bangunan yang saya tebak sebagai aula pentasbihan
Ketika saya menyusun artikel ini, saya juga membaca bahwa di Wat Phra Nang Sang sudah banyak berubah. Di mana banyak didirikan bangunan-bangunan baru menggantikan pepohonan yang rimbun itu :( Saya agak kecewa membacanya karena buat saya, justru itu yang membuat saya betah di sana.

Ornamen pagar berbentuk ayam jagoMenara lonceng

__________________________________________________________
Seri Jalan-Jalan ke Phuket 2014 selengkapnya:
  1. Menginap di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan
  2. Patong Beach
  3. Hedonisme di Soi Bangla
  4. Ada Apa Lagi di Patong?
  5. Phuket Old Town
  6. Biara-Biara Budha di Phuket (Wat Puttamongkonnimit)
  7. Wat Chalong
  8. Big Buddha di Phuket
  9. Wat Phra Tong
  10. Wat Pra Nang Sang
  11. Hong by Starlight bersama John Grey's SeaCanoe

No comments:

Post a Comment