Sama seperti
Wat Phra Tong, Wat Phra Nang Sang juga berada
di distrik Thalang. Pun, wat ini adalah salah satu wat tertua yang ada di Pulau
Phuket. Dari semua Wat yang saya kunjungi saat itu, Wat Phra Nang Sang adalah
yang paling bersahaja dan sangat kental dengan nuansa pedesaannya. Halamannya masih dipenuhi oleh taman-taman dan
pepohonan rimbun yang diselingi oleh berbagai patung. Dengan kesederhanaannya,
Wat Phra Nang Sang memikat hati saya :)
 |
| Wat Phra Nang Sang |
Konon, lokasi wat ini dulunya adalah lokasi Perang Thalang
pada 1785, dimana Thalang masih menjadi ibukotanya Pulau Phuket. Pada saat itu,
Gubernur Thalang baru saja meninggal ketika tentara Burma menginvasi Phuket.
Janda mendiang Gubernur Thalang (yang juga merupakan anak perempuan Gubernur
sebelumnya), bernama Lady Chan, dan adik perempuannya, Lady Mook memobilisasi
penduduk untuk mempertahankan Thalang hingga akhirnya mereka berhasil mengusir
tentara Burma dari Thalang. Setelah perang
selesai, kurang lebih sebulan kemudian, Raja Rama I menganugerahkan mereka
berdua gelar kehormatan yaitu Thao Thep Krasatri untuk Lady Chan dan Thao Sri
Soonthorn untuk Lady Mook. Di Wat Phra Nang Sang, didirikan patung penghormatan
kepada kedua pahlawan perempuan ini.
 |
| Patung penghormatan terhadap Thao Thep Krasatri dan Thao Sri Soonthorn |
Hal lain yang special dari wat ini adalah keberadaan tiga
patung Buddha timah, yang merupakan patung Buddha dari timah terbesar di dunia.
Di dalamnya terdapat patung Buddha yang ukurannya lebih kecil.Sebagaimana
pernah saya sampaikan di
entri blog saya sebelumnya, sejak ratusan tahun yang lalu Pulau
Phuket memang terkenal sebagai sumber timah. Pada saat itu, timah dianggap
sebagai logam semi-berharga dan adalah hal yang lumrah untuk membuat artefak
suci keagamaan dari bahan-bahan berharga.
 | |  |
| Patung Buddha baru yang masih diletakkan di bawah tenda terpal | | Patung Buddha serupa yang sudah ada sebelumnya |
Oya, saya membaca di beberapa blog tentang Wat Phra Nang
Sang, katanya di halaman wat ini juga terdapat sebuah gereja kuno. Sepertinya
saya melewatkannya; waktu itu saya memang tidak eksplor banyak di sini
karena keterbatasan waktu dan ada anjing
yang sangat bersemangat menggonggongi saya dengan suara lantang ketika saya
berjalan-jalan di sana ^^;
 |
| Bangunan yang saya tebak sebagai aula pentasbihan |
Ketika saya menyusun artikel ini, saya juga membaca bahwa di
Wat Phra Nang Sang sudah banyak berubah. Di mana banyak didirikan
bangunan-bangunan baru menggantikan pepohonan yang rimbun itu :( Saya agak kecewa
membacanya karena buat saya, justru itu yang membuat saya betah di sana.
No comments:
Post a Comment