Tuesday, June 16, 2015

Tak selamanya train/city pass itu lebih murah

Bagi penggemar jalan-jalan, biasanya gampang tergiur denang yang namanya train atau city pass; dengan membayar sekian makan bebas naik turun kereta, bis kota, bla bla dalam sehari. Menggiurkan ya? Aku juga suka tergoda kok. Tapi, apakah itu beneran murah? Biasanya sih enggak.

2 tahun yang lalu, aku pernah melakukan riset mengenai Japan Rail Pass (JR Pass) karena saat itu mau jalan-jalan ke Osaka-Kyoto-Tokyo. Intinya sih begini, agar nggak rugi pakai JR Pass, maka setidaknya JR Pass itu harus dipakai untuk naik Shinkansen setara jarak Tokyo-Kyoto 2 kali. Kalau mau untung, maka setidaknya itu harus 3 kali. Mungkin akan muncul pertanyaan: "Oh ya udah, kalau begitu tinggal sering aja naik-naik Shinkansen kan? Naik Shinkansen kan enak, cepat sampainya" Nggak salah juga sih, tapi ini yang kemudian harus dipikirkan: Apakah harus naik Shinkansen? Apakah dengan naik Shinkansen via JR Pass akan mempermurah biaya perjalanan?

Bayangkan rencana berikut. Hari 1 berangkat dari Tokyo ke Kyoto dengan Shinkansen jam 7 malam. Biayanya sekali jalan sekitar JPY 13.000-an. Jam 9 malam sudah sampai Kyoto dan harus check-in ke penginapan malam itu. Jika rencana tinggal di Kyoto 2 hari 2 malam, tapi karena hari sebelumnya kita sudah sampai dan harus check-in, maka kita jadi 2 hari 3 malam di Kyoto. Ada tambahan menginap satu malam. Bandingkan dengan jika kita berangkat dari Tokyo ke Kyoto menggunakan overnight bus (biaya bervariasi dari JPY 5000-8000an), berangkat dari Tokyo tengah malam dan sampai di Kyoto pagi hari berikutnya. Kita nggak perlu bayar tambahan 1 malam menginap. Kira-kira begitu gambarannya.

Akhir bulan ini saya akan melakukan short trip ke Jepang bersama dua orang teman. Saya pribadi biasanya pake kartu PASMO kalau ke Tokyo. Tapi dua orang temanku ini sama sekali belum pernah ke Tokyo, jadi aku sedang melakukan riset apakah lebih murah meminta temanku beli IC Card (PASMO atau SUICA) atau Tokyo Furii Kippu. Tokyo Furii Kippu, dengan harga JPY 1.580 memberikan akes untuk menggunakan semua kereta JR (kecuali yang kereta ekspres), subway Toei, taksii Toei, bus Toei dan Tokyo Metro sebanyak-banyaknya dalam sehari. 

Caranya bagaimana sih untuk melakukan perbandingan? Kalau untuk perjalanan di Jepang, bisa menggunakan HYPERDIA. Yang pertama kali aku lakukan adalah menyusun itinerary; mau kemana saja selama di Tokyo. Lalu aku cari tahu, stasiun apa yang terdekat ke tempat-tempat itu. Lalu aku cek menggunakan HYPERDIA berapa biaya perjalanan dari satu stasiun ke stasiun tujuan berikutnya, dan juga mencatat kereta apa yang digunakan. Karena di Tokyo ada banyak kereta yang dikelola operator swasta yang tidak termasuk dalam  Tokyo Furii Kippu. Jadi aku harus cek, apakah stasiun-stasiun itu bisa dijangkau dengan Tokyo Furii Kippu.
Rincian perkiraan biaya perjalanan

Ternyata di hari pertama, di mana kami akan pergi dari Bandara Haneda ke penginapan, tidak bisa menggunakan Tokyo Furii Kippu. Di hari kedua, semua tempat tujuan kami bisa dicapai menggunakan Tokyo Furii Kippu, TAPI total perkiraan biaya kereta kami hanya JPY 648. Jadi untuk hari kedua, Tokyo Furii Kippu malah lebih mahal daripada jika menggunakan PASMO/SUICA. Di hari ketiga, perjalanan yang bisa ditanggung oleh Tokyo Furii Kippu adalah JPY 1479. Lagi-lagi, Tokyo Furii Kippu lebih mahal daripada jika menggunakan PASMO/SUICA, dan terlebih lagi kami tidak akan bisa menggunakan Tokyo Furii Kippu untuk menuju ke Bandara Haneda. Kesimpulannya, Tokyo Furii Kippu tidak akan membantu kami menghemat pengeluaran dalam perjalanan kali ini.


No comments:

Post a Comment