Meski diterjemahkan sebagai 'temple' (alias kuil) dalam Bahasa Inggris, kata "wat" lebih tepat disebut sebagai 'monastery' atau biara. Bedanya apa sih? Biara bukan hanya sekedar tempat ibadah, namun juga menunjukkan keberadaan tempat tinggal biksu sekaligus tempat pembelajaran ajaran Buddhisme. Tapi, menurut Wikipedia, dalam bahasa Thailand sehari-hari, kata "wat" itu mengacu pada tempat peribadatan apa saja, bukan cuma Buddhisme. Well, kalo wat doang memang maksudnya biara Buddha, tapi kalau ada embel-embelnya baru beda artinya; misalnya wat cheen adalah kuil China (baik kuil Buddha maupun Taoisme), wat khaek adalah kuil Hindu temple, dan wat kris atau wat krit atau wat farang adalah gereja Kristen.
Sudah terkenal bahwa wat-wat Buddha di Thailand itu cantik dan megah, tak terkecuali di Phuket. Memang wat-wat di Phuket tidak semewah dan sebesar yang di Bangkok, tapi wat-wat di Phuket tetaplah menarik karena menyimpan nilai sejarah dan cerita yang tinggi, salah satunya adalah Wat Chalong yang menyimpan potongan relik Siddhartha Gautama berupa potongan giginya.
Lagi-lagi, musuh saya dalam menjelajahi wat-wat di Phuket adalah waktu. Sebenarnya, saya ingin mengunjungi lebih banyak wat-wat, dan juga kuil-kuil China (terutama yang kuil Taoisme; karena kalo dilihat dari luar kuil Buddha China masih mirip-mirip dengan klenteng-klenteng China di Indonesia) dan juga kuil-kuil Hindu India. Jadi saya memanfaatkan sedikit waktu di hari kelima kunjungan saya untuk mengunjungi beberapa wat, kebetulan pesawat yang membawa saya kembali ke Seoul adalah penerbangan malam hari. Lumayan lah, saya bisa mengunjungi lima situs peribadatan Buddha di Phuket.
1. Wat Puttamongkonnimit
Wat yang pertama saya kunjungi adalah Wat Puttamongkonnimit atau Wat Klang. Kebetulan lokasinya sangat dekat dekan kawasan Old Phuket Town, sehingga saya menyempatkan mampir ketika menjelajahi Old Phuket Town. Sebagai wat pertama yang saya kunjungi seumur hidup saya, Wat Puttamongkonnimit sangat memukau.
![]() | ||
| Bangunan Utama Wat Puttamongkonnimit |
![]() |
| Megahnya Wat Puttamongkonnimit |
![]() |
| Penghormatan kepada kepala kuil Wat Puttamongkonnimit terdahulu yang telah meninggal |
![]() |
| Stupa di Wat Puttamongkonnimit |
(bersambung...)
(Nantikan cerita saya mengenai Wat Chalong, Big Buddha di Phuket, Wat Phra Tong, dan Wat Pra Nang Sang dalam posting-posting saya selanjutnya.)
__________________________________________________________
Seri Jalan-Jalan ke Phuket 2014 selengkapnya:
- Menginap di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan
- Patong Beach
- Hedonisme di Soi Bangla
- Ada Apa Lagi di Patong?
- Phuket Old Town
- Biara-Biara Budha di Phuket (Wat Puttamongkonnimit)
- Wat Chalong
- Big Buddha di Phuket
- Wat Phra Tong
- Wat Pra Nang Sang
- Hong by Starlight bersama John Grey's SeaCanoe









No comments:
Post a Comment